Prameswari Diah melahirkan seekor anak burung Putra Garuda. Ia menggunakan bantal sebagai samaran untuk berpura-pura melahirkan seorang pangeran. Anak burung Putra Garuda itu bisa berubah menjadi bayi dan bisa memakan batu giok untuk berkomunikasi dengan alam gaib. Diah Prameswari berjuang mati-matian melindunginya. Pada saat perayaan seratus hari, Diah Prameswari tidak mau bersembunyi lagi. Di depan umum, ia memperlihatkan wujud asli Putra Garuda. Semua pejabat istana terkejut melihatnya.