Clara Pranoto sudah cukup mengumpulkan pahala dan kembali ke dunia manusia. Namun saat tiba, dia melihat kakak laki-lakinya menikah dengan seorang putri dalam upacara yang megah. Padahal, Putri itu sudah lama kehilangan jiwanya dan tubuhnya telah direbut. Demi hidup abadi, Putri itu menyiksa dan membunuh Clara secara kejam. Dengan kemarahan yang memuncak, Clara memanggil tiga puluh ribu pasukan neraka untuk mengepung Istana Putri. Nyawa dibayar dengan nyawa. Darah dibalas dengan darah.